Berikut adalah tutorial komprehensif yang disusun dalam 50 langkah untuk melakukan penelitian hukum (baik normatif maupun empiris), mulai dari tahap konseptual hingga teknis akademik berdasarkan sumber-sumber referensi yang tersedia.
Fase 1: Fondasi dan Paradigma Penelitian
- Pahami Karakter Ilmu Hukum: Sadari bahwa ilmu hukum bersifat sui generis (unik) dan preskriptif, bukan sekadar deskriptif. Video Presentasi
- Tentukan Paradigma: Pilih antara paradigma Normatif (Law in Books) yang melihat hukum sebagai norma, atau Empiris (Law in Action) yang melihat hukum sebagai gejala sosial. Video Presentasi
- Bedakan Fokus Kajian: Normatif berfokus pada sinkronisasi dan harmoni sistem norma, sedangkan empiris berfokus pada efektivitas dan perilaku masyarakat. Video Presentasi
- Tentukan Tujuan Utama: Apakah untuk menemukan kebenaran koherensi norma (Normatif) atau kebenaran korespondensi antara hukum dan fakta (Empiris). Video Presentasi
- Periksa Persyaratan Akademik: Pastikan telah menempuh minimal 120 SKS dan lulus mata kuliah Metodologi Penelitian Hukum. Video Presentasi
- Ikuti Prosedur Administrasi: Pastikan terdaftar sebagai mahasiswa aktif dan mengikuti pengarahan dari fakultas. Video Presentasi
Fase 2: Perancangan Judul dan Isu Hukum
- Tentukan Topik Umum: Mulailah dari bidang minat (misalnya: Hukum Korupsi). Video Presentasi
- Persempit menjadi Tema: Buat lebih spesifik (misalnya: Pengembalian Aset dalam Korupsi). Video Presentasi
- Susun Judul yang Terdiri dari Variabel: Judul harus terdiri dari dua atau lebih konsep/variabel yang berhubungan (misalnya: Pengaruh X terhadap Y). Video Presentasi
- Cantumkan Konsep Hukum: Judul wajib mengandung minimal satu konsep hukum yang jelas. Video Presentasi
- Gunakan Bahasa Ilmiah: Judul harus singkat, jelas, akurat, dan mencerminkan isi tulisan. Video Presentasi
- Gunakan Anak Judul untuk Studi Kasus: Jika meneliti putusan, sertakan nomor putusan atau nama kasus dalam anak judul. Video Presentasi
- Identifikasi Isu Hukum (Legal Issue): Temukan masalah yang problematis, bukan sekadar bertanya deskriptif. Video Presentasi
- Uji Kebaruan (Novelty): Pastikan judul tidak sama secara gramatikal dengan penelitian yang sudah ada sebelumnya. Video Presentasi
- Gunakan Bentuk Piramida Terbalik: Penulisan judul pada sampul luar disusun mengecil ke bawah. Video Presentasi
Fase 3: Masalah dan Latar Belakang
- Tentukan State of the Art: Cari posisi penelitian di antara penelitian terdahulu untuk membuktikan orisinalitas. Video Presentasi
- Gambarkan Kesenjangan (Gap): Jelaskan ketidaksesuaian antara das sollen (apa yang seharusnya menurut hukum) dan das sein (fakta yang terjadi). Video Presentasi
- Identifikasi Masalah Normatif: Cari apakah ada kekosongan hukum, konflik norma, atau kekaburan norma. Video Presentasi
- Rumuskan Masalah dalam Kalimat Tanya: Gunakan kata tanya seperti "Apakah", "Bagaimanakah", atau "Sejauh manakah". Video Presentasi
- Hindari Pertanyaan Retoris: Jangan membuat rumusan masalah yang jawabannya sudah pasti benar secara umum. Video Presentasi
Fase 4: Kerangka Teori dan Tinjauan Pustaka
- Susun Tinjauan Pustaka Berjenjang: Gunakan struktur Grand Theory, Middle Theory, dan Applied Theory. Video Presentasi
- Pilih Pisau Analisis yang Relevan: Gunakan teori atau asas hukum (seperti Lex Specialis) sebagai dasar analisis. Video Presentasi
- Gunakan Referensi Mutakhir: Prioritaskan referensi dari jurnal ilmiah 10 tahun terakhir. Video Presentasi
- Definisikan Terminologi: Berikan batasan konsep operasional agar tidak terjadi salah tafsir. Video Presentasi
Fase 5: Metodologi Penelitian
- Pilih Pendekatan Penelitian: Gunakan Statute Approach (Undang-undang), Case Approach (Kasus), Historical Approach (Sejarah), Comparative Approach (Perbandingan), atau Conceptual Approach (Konsep). Video Presentasi
- Tentukan Sumber Bahan Hukum: Klasifikasikan bahan hukum Primer (mengikat), Sekunder (menjelaskan), dan Tersier (petunjuk). Video Presentasi
- Rancang Teknik Pengumpulan Data: Gunakan studi kepustakaan untuk normatif, serta wawancara atau observasi untuk empiris. Video Presentasi
- Tentukan Lokasi Penelitian: (Khusus Empiris) Tetapkan lokasi di mana fenomena hukum tersebut terjadi. Video Presentasi
- Tentukan Populasi dan Sampel: (Khusus Empiris) Gunakan teknik sampling seperti purposive atau snowball sampling. Video Presentasi
- Siapkan Instrumen Penelitian: Buat pedoman wawancara atau kuesioner yang sistematis. Video Presentasi
Fase 6: Analisis dan Penalaran Hukum
- Gunakan Logika Deduktif: Untuk penelitian normatif, tarik kesimpulan dari norma umum ke fakta khusus melalui silogisme. Video Presentasi
- Gunakan Logika Induktif: Untuk penelitian empiris, tarik kesimpulan umum dari fakta-fakta khusus di lapangan. Video Presentasi
- Terapkan Metode IRAC: Organisasikan argumentasi dengan urutan Issue, Rule, Analysis, Conclusion. Video Presentasi
- Lakukan Interpretasi Hukum: Gunakan metode gramatikal, sistematis, atau teleologis jika norma kabur. Video Presentasi
- Gunakan Konstruksi Hukum: Gunakan Analogi atau Argumentum a Contrario jika terjadi kekosongan hukum. Video Presentasi
- Analisis Ratio Decidendi: Dalam pendekatan kasus, fokuslah pada pertimbangan hukum hakim, bukan sekadar amar putusan. Video Presentasi
Fase 7: Sistematika Penulisan Skripsi
- Bab I: Pendahuluan: Memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan metode penelitian. Video Presentasi
- Bab II: Tinjauan Pustaka/Landasan Teori: Uraian mendalam mengenai teori dan konsep yang menjadi pisau analisis. Video Presentasi
- Bab III: Objek Penelitian/Gambaran Umum: Berisi fakta, data lapangan, atau kronologi kasus. Video Presentasi
- Bab IV: Hasil dan Pembahasan: Bagian inti yang menjawab rumusan masalah secara kritis. Video Presentasi
- Bab V: Penutup: Berisi kesimpulan (jawaban singkat RM) dan saran (rekomendasi operasional). Video Presentasi
Fase 8: Teknik dan Etika Akademik
- Format Kertas: Gunakan kertas A4, HVS 80 gram, satu muka. Video Presentasi
- Pengaturan Margin: Atur margin atas dan kiri 4 cm, bawah dan kanan 3 cm. Video Presentasi
- Jenis dan Ukuran Huruf: Gunakan Times New Roman ukuran 12 pt untuk isi, dan 14-16 pt untuk judul. Video Presentasi
- Spasi Naskah: Gunakan spasi 1,5 atau 2, kecuali abstrak yang menggunakan spasi 1. Video Presentasi
- Gunakan Catatan Kaki (Footnote): Ikuti gaya selingkung fakultas (seperti gaya Chicago) untuk sitasi. Video Presentasi
- Gunakan Istilah Latin Konsisten: Gunakan Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit secara tepat. Video Presentasi
- Manajemen Referensi Otomatis: Gunakan aplikasi seperti Mendeley atau Zotero untuk mengelola sitasi. Video Presentasi
- Lakukan Cek Plagiasi: Pastikan tingkat kemiripan tidak melebihi batas (biasanya maksimal 35%) menggunakan Turnitin. Video Presentasi
- Publikasi dan Sidang: Transformasikan skripsi menjadi artikel jurnal dan siapkan presentasi untuk sidang sarjana. Video Presentasi