Senin, 11 Mei 2026

Metode Penulisan dan Penelitian Hukum (MPPH)

 Berikut adalah tutorial komprehensif yang disusun dalam 50 langkah untuk melakukan penelitian hukum (baik normatif maupun empiris), mulai dari tahap konseptual hingga teknis akademik berdasarkan sumber-sumber referensi yang tersedia.

Fase 1: Fondasi dan Paradigma Penelitian

  1. Pahami Karakter Ilmu Hukum: Sadari bahwa ilmu hukum bersifat sui generis (unik) dan preskriptif, bukan sekadar deskriptif. Video Presentasi
  2. Tentukan Paradigma: Pilih antara paradigma Normatif (Law in Books) yang melihat hukum sebagai norma, atau Empiris (Law in Action) yang melihat hukum sebagai gejala sosial. Video Presentasi
  3. Bedakan Fokus Kajian: Normatif berfokus pada sinkronisasi dan harmoni sistem norma, sedangkan empiris berfokus pada efektivitas dan perilaku masyarakat. Video Presentasi
  4. Tentukan Tujuan Utama: Apakah untuk menemukan kebenaran koherensi norma (Normatif) atau kebenaran korespondensi antara hukum dan fakta (Empiris). Video Presentasi
  5. Periksa Persyaratan Akademik: Pastikan telah menempuh minimal 120 SKS dan lulus mata kuliah Metodologi Penelitian Hukum. Video Presentasi
  6. Ikuti Prosedur Administrasi: Pastikan terdaftar sebagai mahasiswa aktif dan mengikuti pengarahan dari fakultas. Video Presentasi

Fase 2: Perancangan Judul dan Isu Hukum

  1. Tentukan Topik Umum: Mulailah dari bidang minat (misalnya: Hukum Korupsi). Video Presentasi
  2. Persempit menjadi Tema: Buat lebih spesifik (misalnya: Pengembalian Aset dalam Korupsi). Video Presentasi
  3. Susun Judul yang Terdiri dari Variabel: Judul harus terdiri dari dua atau lebih konsep/variabel yang berhubungan (misalnya: Pengaruh X terhadap Y). Video Presentasi
  4. Cantumkan Konsep Hukum: Judul wajib mengandung minimal satu konsep hukum yang jelas. Video Presentasi
  5. Gunakan Bahasa Ilmiah: Judul harus singkat, jelas, akurat, dan mencerminkan isi tulisan. Video Presentasi
  6. Gunakan Anak Judul untuk Studi Kasus: Jika meneliti putusan, sertakan nomor putusan atau nama kasus dalam anak judul. Video Presentasi
  7. Identifikasi Isu Hukum (Legal Issue): Temukan masalah yang problematis, bukan sekadar bertanya deskriptif. Video Presentasi
  8. Uji Kebaruan (Novelty): Pastikan judul tidak sama secara gramatikal dengan penelitian yang sudah ada sebelumnya. Video Presentasi
  9. Gunakan Bentuk Piramida Terbalik: Penulisan judul pada sampul luar disusun mengecil ke bawah. Video Presentasi

Fase 3: Masalah dan Latar Belakang

  1. Tentukan State of the Art: Cari posisi penelitian di antara penelitian terdahulu untuk membuktikan orisinalitas. Video Presentasi
  2. Gambarkan Kesenjangan (Gap): Jelaskan ketidaksesuaian antara das sollen (apa yang seharusnya menurut hukum) dan das sein (fakta yang terjadi). Video Presentasi
  3. Identifikasi Masalah Normatif: Cari apakah ada kekosongan hukum, konflik norma, atau kekaburan norma. Video Presentasi
  4. Rumuskan Masalah dalam Kalimat Tanya: Gunakan kata tanya seperti "Apakah", "Bagaimanakah", atau "Sejauh manakah". Video Presentasi
  5. Hindari Pertanyaan Retoris: Jangan membuat rumusan masalah yang jawabannya sudah pasti benar secara umum. Video Presentasi

Fase 4: Kerangka Teori dan Tinjauan Pustaka

  1. Susun Tinjauan Pustaka Berjenjang: Gunakan struktur Grand Theory, Middle Theory, dan Applied TheoryVideo Presentasi
  2. Pilih Pisau Analisis yang Relevan: Gunakan teori atau asas hukum (seperti Lex Specialis) sebagai dasar analisis. Video Presentasi
  3. Gunakan Referensi Mutakhir: Prioritaskan referensi dari jurnal ilmiah 10 tahun terakhir. Video Presentasi
  4. Definisikan Terminologi: Berikan batasan konsep operasional agar tidak terjadi salah tafsir. Video Presentasi

Fase 5: Metodologi Penelitian

  1. Pilih Pendekatan Penelitian: Gunakan Statute Approach (Undang-undang), Case Approach (Kasus), Historical Approach (Sejarah), Comparative Approach (Perbandingan), atau Conceptual Approach (Konsep). Video Presentasi
  2. Tentukan Sumber Bahan Hukum: Klasifikasikan bahan hukum Primer (mengikat), Sekunder (menjelaskan), dan Tersier (petunjuk). Video Presentasi
  3. Rancang Teknik Pengumpulan Data: Gunakan studi kepustakaan untuk normatif, serta wawancara atau observasi untuk empiris. Video Presentasi
  4. Tentukan Lokasi Penelitian: (Khusus Empiris) Tetapkan lokasi di mana fenomena hukum tersebut terjadi. Video Presentasi
  5. Tentukan Populasi dan Sampel: (Khusus Empiris) Gunakan teknik sampling seperti purposive atau snowball samplingVideo Presentasi
  6. Siapkan Instrumen Penelitian: Buat pedoman wawancara atau kuesioner yang sistematis. Video Presentasi

Fase 6: Analisis dan Penalaran Hukum

  1. Gunakan Logika Deduktif: Untuk penelitian normatif, tarik kesimpulan dari norma umum ke fakta khusus melalui silogisme. Video Presentasi
  2. Gunakan Logika Induktif: Untuk penelitian empiris, tarik kesimpulan umum dari fakta-fakta khusus di lapangan. Video Presentasi
  3. Terapkan Metode IRAC: Organisasikan argumentasi dengan urutan Issue, Rule, Analysis, ConclusionVideo Presentasi
  4. Lakukan Interpretasi Hukum: Gunakan metode gramatikal, sistematis, atau teleologis jika norma kabur. Video Presentasi
  5. Gunakan Konstruksi Hukum: Gunakan Analogi atau Argumentum a Contrario jika terjadi kekosongan hukum. Video Presentasi
  6. Analisis Ratio Decidendi: Dalam pendekatan kasus, fokuslah pada pertimbangan hukum hakim, bukan sekadar amar putusan. Video Presentasi

Fase 7: Sistematika Penulisan Skripsi

  1. Bab I: Pendahuluan: Memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan metode penelitian. Video Presentasi
  2. Bab II: Tinjauan Pustaka/Landasan Teori: Uraian mendalam mengenai teori dan konsep yang menjadi pisau analisis. Video Presentasi
  3. Bab III: Objek Penelitian/Gambaran Umum: Berisi fakta, data lapangan, atau kronologi kasus. Video Presentasi
  4. Bab IV: Hasil dan Pembahasan: Bagian inti yang menjawab rumusan masalah secara kritis. Video Presentasi
  5. Bab V: Penutup: Berisi kesimpulan (jawaban singkat RM) dan saran (rekomendasi operasional). Video Presentasi

Fase 8: Teknik dan Etika Akademik

  1. Format Kertas: Gunakan kertas A4, HVS 80 gram, satu muka. Video Presentasi
  2. Pengaturan Margin: Atur margin atas dan kiri 4 cm, bawah dan kanan 3 cm. Video Presentasi
  3. Jenis dan Ukuran Huruf: Gunakan Times New Roman ukuran 12 pt untuk isi, dan 14-16 pt untuk judul. Video Presentasi
  4. Spasi Naskah: Gunakan spasi 1,5 atau 2, kecuali abstrak yang menggunakan spasi 1. Video Presentasi
  5. Gunakan Catatan Kaki (Footnote): Ikuti gaya selingkung fakultas (seperti gaya Chicago) untuk sitasi. Video Presentasi
  6. Gunakan Istilah Latin Konsisten: Gunakan Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit secara tepat. Video Presentasi
  7. Manajemen Referensi Otomatis: Gunakan aplikasi seperti Mendeley atau Zotero untuk mengelola sitasi. Video Presentasi
  8. Lakukan Cek Plagiasi: Pastikan tingkat kemiripan tidak melebihi batas (biasanya maksimal 35%) menggunakan Turnitin. Video Presentasi
  9. Publikasi dan Sidang: Transformasikan skripsi menjadi artikel jurnal dan siapkan presentasi untuk sidang sarjana. Video Presentasi